Bandung,
27 September 2007
Bismillahirrahmanirrahim,
Saat ini aq ingin berbagi cerita tentang diriku, rehat dulu
dari permasalahan dunia ^.^’……. , tapi kalo bisa aq ingin mengaitkannya.
Selama hidupku, sampai saat ini,ada beberapa kejadian atau
bisa dikatakan suatu accident yang sangat unik, lucu, tapi bisa dikatakan sempat
mengancam nyawaku, aq sendiri tidak tahu bagaimana aq bisa selamat saat itu.
Scene 1 : Falling
Down from the 2nd floor
Ya, ^.^’ kejadian ini sangat lucu dan bisa dikatakan karena
kebodohanku saat itu karena terlalu ceroboh. Kejadian ini berlangsung ketika aq
masih kurang dari seumuran TK, lupa umur berapa. Seperti biasa, aq sering bermain
mobil-mobilan, hula hop (saat itu lagi ngetrend) di lantai 2 rumahku, bukan
rumah orangtuaku (sekarang dikontrakkan :p). Di lantai itu aq bisa melihat keluar, melihat
pemandangan sekitar rumah orangtua ku, melihat anak-anak lain bermain engkle
(mainan jawa), lompat tali, kelereng, sampai ibu-ibu ngegosip. Terkadang kalo
aq bosan bermain, aq selalu melihat mereka bermain. Nah, pada hari apa itu aq
lupa, biasanya aq bermain mobil-mobilan selalu aq arahkan ke tembok dalam,
tembok yang mengarah ke dinding (atau kamar ya ?) pokoknya berlawanan arah dari
tangga untuk naik ke lantai dua, entah bagaimana aq terlalu asyik bermain dan
meluncurkan mobilku ke segala arah (ha7x… saat itu sangat menyenangkan sekali),
dan tanpa sadar saking asyiknya aq mengarahkan mobilku tadi ke arah tangga.
Ketika mobil tadi telah meluncur, secara refleks aq langsung tersadar bahwa
mobil itu pasti jatuh ke bawah, dan kalo jatuh dari ketinggian seperti itu bisa
dipastikan mobilku tadi rusak dan aq tidak bisa menikmati keasyikan bermain
dengan mainanku itu. Tanpa memikirkan resiko dan hal lainnya, yang ada dalam
pikiranku saat itu hanya menyelamatkan mobilku, aq langsung berlari menerjang
mengejar mobilku, tapi yaa… namanya anak kecil kecepatan berlari masih jauh
lebih lambat daripada laju mobilku tadi. Dan ketika aq telah berada di ujung
anak tangga paling atas dan tubuhku telah terjungkal ke bawah, aq baru sadar
kalo aq berada di lantai 2. Seketika itu pula aq jatuh terguling dari setiap anak tangga hingga sampai anak tangga paling
bawah. Aq masih ingat ketika terguling, kepalaku membentur anak-anak tangga
itu, entah berapa kali aq tidak ingat kejadiannya begitu cepat. Oya, saat
kejadian itu berlangsung keadaan rumah sedang sepi, ibuku tengah menyapu
halaman yang penuh dengan daun. Ketika kepalaku membentur setiap anak tangga
itu, aq tidak tahu harus melakukan apa, hanya pasrah hingga anak tangga itu
habis mungkin kepalaku telah bocor banyak mencucurkan darah dan tiap tubuhku
dikelilingi luka-luka dan goresan karena ujung anak tangga yang lancip dengan
keramiknya agak mencuat ke depan. Namun, ternyata tidak, saat itu tubuhku tidak
tergores dan kepalaku masih utuh tidak mencucurkan darah sedikitpun, yaa…
muncul benjolan pasti karena di akhir anak tangga benturannya sangat keras. Dan
biasalah anak kecil, aq serentak menangis …… ^.^ (jadi malu). Dan seketika itu
pula ibuku datang menghampiri dan menanyakan kondisiku sambil memeriksa seluruh
tubuhku. Ibuku pun heran ketika mendengar ceritaku tadi kondisi tubuhku masih
baik-baik saja, hanya luka-luka ringan saja. Kalo orang dewasa resiko lebih
kecil, karena tulang mereka telah keras dan kuat. Meskipun demikian, kejadian itu membawaku ke
ruang operasi 9 tahun kemudian, operasi yang tidak akan pernah aq lupakan
seumur hidup…….. Tetapi, aq masih bersyukur saat itu aq masih hidup, masih bisa
memainkan mobil-mobilanku he7x….. :p Terima kasih, Ya Allah.
Scene 2 : Drowning in the bathing tub
Ha7x…. kejadian ini lebih konyol daripada yang pertama. Kejadian
ini berlangsung kalo tidak salah ketika aq telah duduk dibangku SD kelas 1,saat pertama
kali kami pindah rumah. Sore itu, aq berniat untuk mandi, ya aq mendapat
giliran pertama, karena aq yang paling kecil <_< …. . Nah yang
melatarbelakangi insiden ini terjadi hampir sama dengan cerita pertama,
mengejar mainanku >:) . Aq masih ingat saat itu film Airwolf sedang popular,
dan belilah aq mainan helikopter (dari
mobil ke helikopter :p). Mainan itu ikut
aq bawa ke kamar mandi, bermain-main di kamar mandi karena kesal mendapat
giliran mandi pertama ^.^. Sampailah aq di dalam kamar mandi memainkan
helikopterku itu. Oya saat itu bak mandi lebih tinggi daripada aq. Nah aq mainkan tuh helikopter diatas air yang
ada di bak mandi sambil agak jinjit dikit, dan entah kenapa tiba-tiba tanganku
selip dan helikopter itupun terjatuh masuk air. Karena aq pecinta mainan
<_< ,aq kejarlah tuh helikopter supaya tidak tercelup terlalu lama. Dan
aq pun naik dengan susah payah berusaha menggapai Airwolf-ku yang tercelup.
Kemudian berikutnya kakiku yang selip (saking bodohnya <_<), dan jatuhlah tubuhku ke dalam bak mandi
yang sedang terisi. Air di bak mandi saat itu hampir penuh, dan yang jelas
seluruh tubuhku habis tenggelam ke dalam air. Saat itu yang ada di depan mataku
hanya air. Aq pun berusaha sekuat tenaga untuk keluar,namun apa daya tubuhku
yang masih terlalu kecil, aq hanya dapat mempertahankan nafas saja. Disaat
genting seperti itu, pikiran menjadi kacau, tidak tahu harus apa. Selama lima menit aq tenggelam
di dalam kamar mandi sambil berusaha mencari-cari udara dengan segala cara.Saat
itu aq telah berpikir bahwa aq akan mati tenggelam. Nah,saat itu kondisi rumah
juga lagi sepi, tetapi saat itu ibuku lagi masak , kakakku masih sekolah dan
ayahku lagi menikmati tidurnya T_T . Saat itu aq berteriak-teriak minta tolong,
tapi mereka mendengar seakan-akan diriku lagi asyik bermain dengan helikopterku
<_<. Bantuan datang ketika ibuku
telah selesai masak dan melihat diriku karena curiga terlalu lama di kamar
mandi. Dan akhirnya aq pun tertolong T_T ……… dengan kondisi terburuk (bayangkan
sendiri). Seandainya aq lebih lama terendam, tidak tahu apakah aq bisa menulis
ini. Ya, kejadian ini sedikit membuatku trauma apabila berendam di dalam kolam
renang (apa mungkin ini alasan aq tidak pernah bisa berenang,ya? ><).
Scene 3 : Herder
threat
Kejadian ini lebih bodoh daripada 2 cerita diatas. Singkat
saja, saat itu aq lagi bersepeda dengan sepupuku, kalo ga salah setelah dari toko
kelontong. Saat itu, aq kalo ga salah juga masih SD kelas 3. Pada perjalanan
pulang, tersebut, kami bersepeda dengan santai. Tapi, entah kenapa dapat setan
darimana <_<, aq mengajak sepupuku balapan untuk mencapai rumah paling
cepat. Tapi saat itu sepupuku menolak untuk balapan dengan diriku, aq nya cuek,
emang dasar saat itu aq masih bandel >:) , ku tancap saja sepedaku dengan
kencang. Hingga sampai belokan pertama yang mengelilingi lapangan bola, aq
ingin mengerem , tetapi ternyata remku blong. Dan akhirku, aq pun jatuh dan
masuk ke dalam selokan kecil, tubuhku tertindih dengan sepedaku. Nah,ketika aq
mengebut, ada anjing Herder yang mengejar yang membuatku semakin bingung saat
mau melakukan belokan (anehnya koq dilepas secara liar <_<). Saat aq
masih di selokan berusaha menyelamatkan diri, herder itu menerjang dengan cepat
ke arah ku dengan insting hewannya menganggap diriku sebagai mangsanya. Semakin
dekat dia, semakin panik pula diriku,alhasil tubuhku semakin tertindih sepeda. Saat
itu,aq tidak bisa berpikir hanya pasrah merelakan tubuhku dikoyak dicabik-cabik
oleh herder tadi, Ketika herder tadi sangat dekat, semua masa laluku terlintas
semua, seakan aq tidak akan selamat lagi, termasuk dua kejadian diatas, aq
berpikir “Mungkin saat ini aq tidak akan selamat”. Oya,saat scene ini terjadi sepupuku masih
tertinggal jauh, dan lingkungan sekitarku lagi sepi, tah kemana orang-orang
perginya. Ketika herder itu telah sampai kurang lebih 1 meter dariku, aq menutup mataku ….. benar-benar pasrah
bahwa aq akan “pergi”……….. to be continued >:) coba tebak bagaimana aq bisa
selamat ???
Scene 4 : Dramatic
Car Accident
Kalo kejadian ini lebih bisa dikatakan aq sangat hampir
menghilangkan nyawa 2 orang yang tak kukenal.Wew …. Untung saat itu aq punya
reflex yang bagus. Kejadian ini berlangsung saat aq telah SMU. Saat itu seperti
biasa aq berangkat ke sekolah menyetir mobilku, tetapi aq tidak lewat jalur
tengah, jalur utama yang sangat padat dan terkenal macet apalagi uda agak
siangan dikit (jalur yang paling kubenci
<_<). Aq lewat jalur yang agak tidak padat. Lalu lintas berjalan seperti
biasa, dan seperti biasa aq menyalakan musik sembari menyetir (apa sama sarapan
juga ya saat itu ??). Ya terkadang aq membawa piring makanan pagiku ke dalam
mobil, makan sambil menyetir,he7x…. ^.^’. Semua berjalan seperti biasa, hingga
aq sampai di pertigaan Jl. Gubeng Kertajaya. Saat itu di depanku ada mobil….setipe APV gitu rada
gede menyamping bodinya. Nah dari sisi kananku, ada sepeda motor yang ngebut
menyalip mobilku, kemudian memotong ke kiri menyalip mobil APV tadi dari
sebelah kiri. Bersamaan ketika itu, ada sepeda ontel (apa ya bhs Indonesianya ?
:p) yang hendak menyeberang dari arah yang lain mendahului mobil APV dari sisi kanan. Nah pas tepat ketika APV
itu mengganti haluan ke kanan dengan maksud memberi jalan kepada sepeda ontel,
terjadinya tabrakan antara sepeda motor yang mendahului dari kiri dan sepeda
ontel dari sisi kanan. Kecelakaan itu terjadi, ketika aq telah tepat di
belakang APV dan dengan kecepatan yaaa… bisa dikatakan cukup ngebut :p , sekitar
80 km/jam. Tabrakan tadi membuat keduanya terpelanting jatuh ke aspal dan ada
yang tertindih kendaraannya. Saat itu jarak antara tempat tabrakan dan mobilku
sekitar hanya 3 meter saja !!!! . Namun,
ketika kedua kendaraan tadi mendahului APV dari masing-masing arahnya aq bisa
menebak bahwa pasti terjadi tabrakan, tapi aq tidak mempercayai instingku itu. Akhirnya, saat keduanya terjatuh dan mobilku
hanya berjarak 3 meter dari tempat kejadian, aq tidak bisa berpikir apapun,
tapi hatiku menyuruh untuk mengerem sampai habis hingga mobil yang kukendarai
benar-benar berhenti dan tidak mencelakai mereka. Saat itu yang ada dalam
hatiku hanyalah nyawa mereka, aq benar benar tidak memikirkan tentang risiko
yang terjadi padaku ketika melakukan pengereman seperti itu. Bayangkan 80
km/jam dengan jarak 3 meter menjadi 0
km/jam. Alhamdulillah saat itu, aq dapat berhenti tepat ketika ban mobilku
hampir melindas bagian tubuh mereka. Sayangnya, setelah aq berhasil
menghentikan laju mobilku dan bersyukur tidak sampai mencelakai mereka, sebuah
panther putih dengan laju lebih cepat dari laju mobilku saat itu tidak sempat
melakukan pengereman ekstrem seperti yang aq lakukan. Alhasil, hancurlah bagian
belakang mobilku, dan aq bahkan sempat terdorong dari tempat dudukku hampir
mengenai setir, untung saat itu memakai sabuk pengaman ^.^’. Kalo tidak,
mungkin saat itu aq …… Yaa sungguh aneh
memang, tabrakan antara mereka tidak memberikan luka apa-apa, sedangkan pada
diriku yang bahkan tidak pernah terlibat justru mengalami luka yang berat
<_< ….. Tetapi, meskipun demikian aq masih bisa tersenyum setidaknya
mereka tidak sampai aq celakai dan mampu meneruskan perjalanan dan aktivitas
hidup mereka. Saat itu jika Allah tidak
menggerakkan hati dan kakiku untuk menghentikan mobilku aq tidak tahu apa yang
akan terjadi….
Dari keempat kejadian
diatas, aq dapat mengambil hikmah bahwa saat itu aq tidak lagi beruntung
sehingga masih bisa tetap hidup sampai saat ini. Semua ini adalah kehendak
Allah yang menginginkan aq untuk tetap hidup. Tetapi, mengapa Allah
menginginkan aq tetap hidup ? Sampai saat ini aq masih mencari alasan itu,terlepas
dari alasan utamaku seperti yang tercantum di dalam Al-Qur’an yang
memerintahkan setiap muslim untuk beribadah. Alasan kenapa aq tetap hidup dan
menjalani setiap aktivitasku….. Sedangkan sampai saat ini aq masih belum dapat
memberikan sesuatu yang berarti bagi lingkungan sekitarku.
Selalu ada alasan kenapa seseorang itu ada dan kenapa seseorang
itu masih ada. ……
Selalu ada alasan kenapa kita kenal seseorang dan kenapa
orang itu kenal dengan kita …….
Pikirkanlah …… tidaklah setiap orang di dunia ini ada hanya
untuk sia-sia dan bahan olokan belaka. Walau bagaimanapun mereka.